Tersebarnya dakwah Asy-Syaikh Muqbil
Jika kita melihat atsar (jejak) dari dakwahnya Asy-Syaikh, dan manusia banyak yang menerima dakwah beliau, dan tersebar luasnya dakwah beliau di segala penjuru dunia, membuat kita sangat terheran-heran sekali, bagaimana bisa Asy-Syaikh menyebarkan dakwahnya dengan kekuatan dan konsisten ? Bagaimana bisa dakwah ini methodenya bisa diterima di hati-hati manusia ? Padahal dakwahnya Asy-Syaikh dapat menarik hati para pemuda dari segala negeri, sampai-sampai negara kafir seperti Amerika dan Inggris.
Perkara yang sangat mengherankan, dahulu Asy-Syaikh tinggal di desanya yang sangat terpencil, desanya terletak (di lembah) diantara pegunungan jauh dari kota, dan Asy-Syaikh tidak memiliki alat telekomunikasi yang canggih, dan tidak memiliki media massa atau iklan-iklan, dan beliau tidak memiliki harta serta dunia yang dapat membawa manusia untuk mencintainya, dan beliau tidak memiliki pemancar televisi, dan tidak memliki prmancar radio dan tidak pula pompa bensin.
Sampai-sampai majalahpun yang terbit dari Markaznya (tidak ada), tidak ada buletin atau selebaran-selebaran dan tidak pula dari sesuatu yang berbau bisnis, semua yang diketahui oleh As-Syaikh adalah pelajaran-pelajaran ilmu yang bermanfaat, halaqah-halaqah dan mendidik para pemuda, dan yang diketahui oleh Asy-Syaikh adalah kitab-kitab Hadits dan kitab-kitab yang lainnya, dan dakwah yang independen.
Dan saya mempredikisi keberhasilan dakwahnya Asy-Syaikh Muqbil dapat menyatukan hati-hati manusia adalah karena kejujuran beliau dan karena keikhlasan beliau didalam berdakwah, bukanlah media-media yang berbau harta. Itu bukanlah segala-galanya, akan tetapi karena pertolongan Allah dan karena kehendak Allah itulah (kunci) keberhasilan.
Pondok Asy-Syaikh Muqbil (Daarul Hadits) di Dammaj
Pondok Asy Syaikh ibarat sebuah komplek terdiri atas :
1) Perpustakaan yang cukup besar, didalamnya terdapat ruangan untuk komputer dan mesin fotokopi, untuk menulis dan memperbanyak tulisan-tulisan Asy-Syaikh dan murid-muridnya.
2) Ruangan cukup besar untuk menerima tamu-tamu yang datang.
3) Masjid yang cukup besar dan luas, ruang bawah untuk tempat tinggal santri, dan ruang paling atas untuk makan, kadangkala dipergunakan untuk belajar.
4) Rumah Asy-Syaikh yang sangat sederhana (terbuat dari tanah liat) dan tempat tinggal untuk santri dibagi dua untuk yang sudah berkeluarga dan yang belum berkeluarga.
5) Dapur umum yang cukup besar untuk mempersiapkan makanan para santri.
6) Pertokoan untuk keperluan sehari-hari, toko kitab dan tasjilat, warung telekomunikasi, depot-depot makanan, dan masih banyak lagi hampir semua kebutuhan sehari-hari ada disana.
Pondok Daarul Hadits di Dammaj didirikan kurang lebih pada tahun 1399 H oleh pendirinya, Al-Imam Al-Mujadid Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (Rahimahullah) [Dikutip dari situs sanaa assalafiyah]
Tempat pertemuan Internasional
Sungguh sangat menakjubkan ketika kita melihat murid-murid Asy-Syaikh datang dari segala penjuru dunia, mereka meninggalkan dunia dibelakang mereka dan mereka datang untuk menuntut ilmu agama yang bermanfaat ini dan memiliki kemauan yang tinggi, dan ini benar-benar sebuah tempat konferensi Internasional untuk para pemuda Muslim.
Mereka datang untuk mencari pengetahuan tentang agamanya, sebuah tempat yang tidak ada duanya secara mutlak, kita bisa melihat ada mereka yang datang dari negara Amerika, Bahama, Inggris, Prancis, Jerman, Canada, Swedia, Senegal, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Somalia, Djibouti, Aromo, Sudan, Mesir, Maroko, Al-Jazair, Tunisia, Libya, Palestina, Yordania, Irak, Iran, UEA, Qatar, Saudi Arabia, dan masih banyak lagi dari berbagai negara. (Tidak lupa dari dalam negara Yaman dari utara sampai selatan, dari kota sampai desa, dari pegunungan sampai lembah, dari pelosok sampai daerah pantai, dari daerah yang mudah dijangkau sampai tempat yang sulit untuk dijangkau, dari satu daratan ke daratan yang lainnya, dari satu pulau ke pulau yang lainnya, disana terdapat jejak dari dakwah Asy-Syaikh Muqbil dan murid-muridnya ? pent).
As-Sunnah di Dammaj
As-Sunnah di Dammaj benar-benar tampak dan ditegakkan, para pemuda merasa haus dan melahap ilmu-ilmu At-Tauhid, Aqidah, Fiqh, Hadits, dan yang lainnya dari ilmu-ilmu yang bermanfaat juga tidak lupa At-Tahdzir dari bid’ah dan hizbiyyah, mereka tidak gentar sedikitpun. Begitu pula keterikatan mereka dengan As-Sunnah dan apa yang telah datang dari Nabi (Shalallahu A’aihi Wasallam), As-Sunnah dan Salafiyyah mulia dan tertolong (di sana). Hampir-hampir tidak terlihat penyelisihan terhadap As-Sunnah, tidak ada penolong bagi perbuatan bid’ah, tidak ada tempat bagi Ahlil bid’ah dan Hizbiyyun serta orang-orang yang senang dengan perbuatan khurafat di Dammaj.
Fitnah di Dammaj
Bisa kami katakan : bahwasanya fitnah di Dammaj “tidak ada”, tidak ada kesyirikan, tidak ada bid’ah, tidak ada perempuan yang bersolek-ria, tidak ada musik, tidak ada kemungkaran dan kefasikan. Akan tetapi yang ada rasa aman dan tentram, setiap yang kalian dengar disana Al-Quran dan Hadits beserta ilmu dari keduanya. Dan semua apa yang kalian lihat As-Sunnah dan pengamalannya, berpegang dengan As-Sunnah dan menggigit Sunnah tersebut, adapun bid’ah dan hizbiyah terkalahkan dan terhinakan.
Menghafal
Menghafal di Dammaj sesuatu yang menakjubkan, bukan hal yang mengherankan kalau kalian melihat (di sana) banyak yang menghafal kitab “عمدة الأحكام” bahkan hafal kitab ,”بلوغ المرام”, “رياض الصالحين” (Riyadhus Sholihin dan Bulughul Maram) bahkan ada yang hafal “لصحيحين” !! (yakni kitab Shahih Bukhari dan Muslim, red).
Sesungguhnya kondisi di Dammaj membuat adanya penguasaan yang baik dalam hafalan, dalam situasi ilmiyah dan situasi yang jauh dari kesibukan dunia. (Maksudnya adalah orang dapat dengan mudah untuk menghafal karena ditunjang dengan situasi dan kondisi yang mendukung seperti jauh dari fitnah-fitnah dunia dan jauh dari kesibukan dunia sehingga seseorang dengan mudah menghafal Al-Quran, Hadits dan Ilmu-ilmu yang lainnya – pent)
Zuhud
Kalian dapat memperhatikan bahwa Asy-Syaikh dan murid-muridnya orang-orang yang paling jauh dari (kenikmatan) dunia, mereka orang-orang yang zuhud dengan dunia, mereka merasa gembira dengan keadaan yang sederhana karena mereka sibuk menuntut ilmu agama dan dakwah, walaupun sangat sedikit bantuan yang diberikan. Mereka akan menolak (bantuan), tidak mencari dari apa yang dapat merubah mereka dari menuntut ilmu agama yang bermanfaat ini. Mereka telah terbiasa hidup susah dan belajar bersabar dari serba kekurangan. Kami tidak memuji keadaan mereka dari meninggalkan makan dan kefakiran, dan tidak pula kekurangan bantuan atau harta, akan tetapi kemauan dan kesungguhan mereka adalah ilmu dan dakwah. Mereka menderita dan bersusah-payah berjuang dengan keras untuk ilmu yang bermanfaat ini. Akan tetapi ini semua di sisi mereka, lebih manis dari dari madu yang paling manis; telah bercampur menjadi satu di dalam hati mereka, belajar dan mengajar ilmu yang bermanfaat ini, sehingga hal itu terpancang dengan kokoh.
Partisipasi wanita
Dakwah yang penuh berkah dan kebaikan ini bukan hanya sebatas untuk kaum laki-laki saja, bahkan sampai-sampai para wanita yang belajar bersama Asy-Syaikhpun memiliki andil yang besar. Adapun untuk para wanita disediakan tempat yang khusus (masjid Nisa’), untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran dan muhadlarah-muhadlarah Asy-Syaikh Muqbil. Anak perempuan terkecil Asy-Syaikh Muqbil (Ummu Abdillah), seorang penuntut ilmu agama yang pintar dan cerdas, pandai dalam ilmu Hadits dan memiliki tulisan-tulisan dalam ilmu Hadits, menghukumi keshahihan dan kedha’ifan hadits. Bahkan beliau mengajar di tengah-tengah kaum wanita pelajaran Fiqih, Aqidah, Hadits, Bahasa, dan lain-lain dari bidang keilmuan, terdapat beberapa Thalibat (penuntut ilmu dari wanita) yang sangat menonjol mereka memilki tulisan-tulisan bantahan kepada Hizbiyun Ashab Al-Jum’iyat dan Ahlul Bid’ah serta Ahli siasat yang menyesatkan !!!
Bahkan para wanita di seluruh pelosok Yaman menerima dakwah Salafiyyin dan mereka mencintainya, mereka membuang bid’ah dan khurafat?, walhamdulillah atas karunia yang diberikan oleh Allah (Subhanahu Wa Ta’ala).
Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil di Dammaj
Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil yang belajar bersama beliau (pada saat itu) kurang lebih seribu lima ratus orang murid mencurahkan kemampuannya dan konsisten di dalam belajar bersama Asy-Syaikh, mereka terus mengikuti pelajaran-pelajaran Asy-Syaikh dan tidak membeda-bedakan pelajaran. Jumlah mereka tiga ratus orang yang sudah berkeluarga dan sisanya belum berkeluarga; tempat tinggal yang sudah berkeluarga terpisah dari tempat tinggal yang belum berkeluarga (jaraknya sangat berjauhan) .
Rumah-rumah mereka sangat sederhana sebagian besar terbuat dari tanah, tidak ada prasarana untuk hidup bermewah-mewah. Atap rumah mereka dari dahan pepohonan, sebagian tempat tinggal terdapat listrik (ini khusus untuk yang berkeluarga) dan yang lain penerangannya dengan lampu bahan bakar gas (LPG) atau lampu tempel dengan bahan bakar minyak tanah. Tempat tinggal para pemuda yang belum berkeluarga adalah sebuah kamar yang kecil didalamnya terdapat kamar mandi dan dapur kecil yang sangat sederhana.
Adapun di musim liburan bertambah jumlah penuntut ilmu agama sampai kurang lebih lima ribu orang !!! (Sekarang jumlah mereka di hari-hari biasa mencapai kurang lebih empat ribu sampai lima ribu orang dan ketika musim liburan bertambah sampai delapan ribu orang-pent).
Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil dan penolong-penolongnya di seluruh Yaman
Diperkirakan jumlah orang yang pernah belajar dengan Asy-Syaikh Muqbil kurang lebih seratus ribu orang, ini bukanlah melebih-lebihkan !!
[Aku diberi masukan tentang jumlah ini dari murid-murid Asy-Syaikh yang duduk dengan Asy-Syaikh bertahun-tahun, dan mereka sudah berkeliling dari kebanyakan desa-desa di seluruh Yaman mereka melihat dan berjumpa dengan kebanyakan murid-murid Asy-Syaikh dan mereka menyaksikan sendiri perkumpulan dan kegiatan yang dilakukan yakni belajar dan mengajar].
Banyak dari mereka yang menonjol di bidang keilmuan, dan sangat menakjubkan betapa hebatnya keilmuan mereka dan kecerdasan dalam menimba ilmu yang bermanfaat ini, sungguh tidak ada duanya !!
Adapun penolong-penolong Asy-Syaikh dan yang mencintainya sangat banyak tidak bisa di hitung, tidaklah kalian pergi ke suatu desa atau tidaklah kalian membalikkan batu di puncak gunung atau di dasar lembah, kecuali kalian jumpai disana jejak dari dakwahnya Asy-Syaikh Muqbil (Rahimahullah) dan murid-murid serta penolong-penolong, yang mencintai beliau yang menyeru kepada Sunnah, mereka berjuang dan membela Sunnah.
Sebagian murid-murid Asy-Syaikh yang menonjol :
1) Asy-Syaikh Da’iyah Al-Khatib : Muhammad bin Abdillah, Abu Nashr Ar-Raimi dengan julukan “Al-Imam” berkata Asy-Syaikh Muqbil tentangnya : “Markaz ilmiyah di kota Ma’bar, beliau telah banyak mencetak para thalabatul ilmi, dan dia (hafidzahullah) bangkit dengan mengajar dan berdakwah kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) “.
2) Asy-Syaikh Da’iyah Al-Muhaqiq : Muhammad bin Abdul Wahab Al-Wushobi Al-Abdali, Abu Ibrahim, berkata Asy-Syaikh Muqbil tentangnya : “Seorang da’i yang menyeru kepada Allah, zuhud dan sabar, seorang yang pandai mengerjakan tulisan-tulisan dan tahqiq dengan sempurna”, dan juga Asy-Asyaikh berkata tentangnya : “Sekarang beliau menjadi rujukan dalam fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat, dan itu semua kelebihan yang diberikan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) atasnya”.
3) Asy-Syaikh Da’iyah Al-Muhnik : Abdul ‘Aziz Al-Bura’i, Abu Dzar. , berkata Asy-Syaikh Muqbil tentangnya : “Al-Akh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i dia seorang yang membuat marah Hizbiyun, telah meninggalkan Al-Hizbiyyun didalam kebiasaannya semenjak beliau tinggal di Mafraq Hubaisy. Dan telah tersebar luas sunnah-sunnah yang banyak disebabkan dakwahnya, ?dan dia seorang penyair yang luhur. [Lihat kitab"Tuhfatul Mujib", hal 210]
4) Asy-Syaikh An-Nasihu Amin : Yahya bin Ali Al-Hajuri, Abu Abdur-Rahman, berkata Asy-Syaikh Muqbil tentangnya : ” ?dan diantara mereka para Ulama’ dan Masyaikh dia Asy-Syaikh Al-Fadhil As-Sunny As-Salafy, yang pelajaran-pelajarannya dan buku-bukunya terus berkesinambungan memerangi bid’ah-bid’ah,?.Dan Asy-Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri – mudah-mudahan Allah memberikan berkah kepadanya – dan memberikan berkah atas kesungguhannya yang bangkit dalam memerangi kesyirikan dan bid’ah, semoga Allah menjaga kami dan menjaga dia dari seluruh kejelekan yang diingkari.[Muqodimah kitab "Fathul Wahab"]
Dan Asy-Syaikh juga berkata tentangnya : “Al-Akh Yahya Al-Hajuri dia yang menggantikanku ketika aku tidak bisa hadir (tidak bisa mengajar), walhamdulillah. [Lihat kitab"Tuhfatul Mujib", hal 211].
5) Asy-Syaikh Ad-Da’iyah Al-Wa’idha Al-Mu`atsir “Khotib Ahlussunnah”: Abdullah bin Utsman Adz-Dzamari telah diberikan kelebihan methode tata bahasa yang mengagumkan dalam memberikan nasehat dan didalam berkhotbah. Ketika berkutbah memberikan nasehat dalam topik-topik yang berkenaan dengan kelunakan hati, atau bercerita tentang hari Akhir, atau tentang masalah kubur, kecuali aku melihat seluruh masjid gaduh karena suara tangisan dan ratapan.
Berkata Asy-Syaikh Muqbil tentangnya : “Abdullah bin Utsman Adz-Dzamari, Khotib Ahlussunnah, bahkan saya tidak mengetahui seorang yang memberikan nasehat yang sepertinya (yang bekenaan dengan kelembutan hati) di negara Yaman, dia orang yang istimewa dari yang selainnya, selalu berpegang dengan Al-Quran dan As-Sunnah As-Shahihah”.
6) Asy-Syaikh Ad-Da’iyah Al-Faqih Abdur-Rahman bin Umar bin Mar’i Al-Adeni, Abu Abdillah, beliau seorang yang rendah diri tidak sombong, memiliki beberapa tulisan di ilmu Fiqih di antaranya : Syarah Kitab “Ad-Darari” dan yang lainnya, Asy-Syaikh Muqbil senang dengannya dan kadangkala berdiskusi di berbagai masalah-masalah ilmiyah di dalam pelajaran-pelajaran Asy-Syaikh (Rahimahulallah).[pent]
7) Asy-Syaikh Ad-Da’iyah As-Salafy Abdullah bin Umar bin Mar’i, saudara kandung dari Asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Umar Al-Adeni, memiliki markaz (pondok) di kota Asy-Syihr Hadramaut dan beliau pernah belajar dengan Asy-Syaikh Al-’Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Rahimahullah).[pent]
Sya’irud-Da’wah : Abu Rowahah, Abdullah bin Isa Al-Muri, dia sangat mencintai Asy-Syaikh, dan membela dakwah Salafiyah dan membantah Hizbiyun dan orang-orang yang mencela Asy-Syaikh dan dakwahnya melalui syair-syairnya yang sangat bagus serta kuat tata bahasanya. Dia memliki syair-syair yang banyak diantaranya syair di dalam pembelaan terhadap Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali (Hafidzahullah), dan syair-syair yang lainnya bertema pembelaan terhadap dakwah Salafiyah dan bantahan kepada Hizbiyun serta Ahlul Bid’ah.
Dan masih banyak lagi para da’i selain mereka, kalau bukan karena terlalu panjang maka akan aku sebutkan, walhamdulillah.
SERUAN YANG TERAKHIR
· Kepada seluruh yang mencintai kebaikan dan ilmu?
· Kepada siapa yang benci dari bid’ah dan hizbiyyah?
· Kepada siapa yang lebih berpengaruh Akhirat daripada dunia?
· Kepada siapa yang mencintai Sunnah dan selalu hatinya bergantung dengannya…
· Kepada siapa yang tahu derajatnya ilmu dan ahlinya?
Aku hadapkan seruan ini kepada mereka semua
· Inilah Asy-Syaikh dan dakwahnya?
· Dan inilah kesabarannya dan keberaniannya?
· Dan inilah ilmunya dan kefaqihannya?
· Dan inilah keadaan dan kenyataannya?
· Dan mereka murid-murid serta penolong Asy-Syaikh?
Wahai para pemuda !!!
Tolonglah dakwah ini selama pintu masih terbuka sebelum tertutup,
Sumbangkan apa yang kalian miliki,
Jangan kalian kikir dengan sesuatu yang akan diganti,
Dengan berdo’a,
Semoga Allah menjaga dakwah ini,
dan memberikannya berkah?.,
Amin.
Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim
Surabaya / هـ 1425 ذول الحجة 21, 1/2/2005
(Disadur oleh al Ustadz Muhammad Barmim, Surabaya, dari kitab : “Al-Ba`its ‘Ala Syarh Al-Hawadits” karya Asy-Syaikh Muqbil, hal : (101-124), cetakan I / th 1419H/ 1999M, di terbitkan oleh Daar El-Haramain Cairo-Mesir)
15 April 2008 pukul 9:51 pm
baarokallohu fiikum