Apa yang aku lihat di Dammaj
(Surat dari Al-Akh Al-Fadhil Abi Sulaiman Al-Qatri Hafidzahullah)
إنّ الحمدلله نحمده ونستعيته ونستغفره, ونعوذ بالله من شرر أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فهو المهتدي ومن يضلل له فلا هادي له , أشهاد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن محمدا عبده و رسوله.
{ يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته , ولا تمتنّ إلا وأنتم مسلمون }, { يٌا أيها الناس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من النفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا ونسآء واتقوا الله الذي تسآءلون به والآرحم ,إنّ الله كان عليكم رقيباً}, { يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيماً}
أما بعد :
Aku telah lama mendengar tentang dakwahnya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i ?Rahimahullah- di Negara Yaman, akan tetapi aku tidak memiliki gambaran lengkap tentangnya. Dan dahulu aku mengira bahwasanya semua yang dilakukan disana yakni Syaikh memberikan sebagian mata pelajaran, menulis sebagian kitab, dan di sekitar beliau sebagian murid-muridnya dan selesai perkara ?!.
Akan tetapi, ketika aku mulai mendengarkan kaset-kaset Syaikh, dan beliau berbicara tentang dakwahnya, tersebarnya dakwah beliau, dan tentang kesungguhan murid-muridnya dalam belajar, maka mulailah aku merasa di dalam diriku bahwa gambarannya ternyata lebih besar dari dugaanku.
Mulailah aku bertanya dan memperhatikan dari siapa saja yang telah pergi kesana, aku berjumpa dengan mereka (yang pernah duduk di majlis syaikh Muqbil, red) dan duduk bersama mereka. Akan tetapi sangat disayangkan sekali mereka tidak memberikan gambaran yang sebenarnya, bahkan mereka menakut-nakuti dan menghalang-halangi dari keinginanku tanpa mereka sadari !!
Dahulu dari kebanyakan pembicaraan mereka (yang pernah duduk di majlis syaikh Muqbil, red), bahwasanya keadaan disana sangat sulit sekali penuh rintangan dan halangan, dan sedikitnya makanan dan tidak adanya prasarana yang memadai? dan? dan? dan?. Mereka menyebutkan semua berbagai macam dari sisi kekurangan, dan dari kebanyakan yang mereka nukil berlebihan, mereka tidak menyebutkan sama sekali gambaran mulia yang ada di sana.
Namun aku merasa tidak akan dapat berhenti atas kenyataan yang terjadi sebelum aku melihat sendiri dengan mata kepalaku, dan mulailah aku mengambil jalan pintas dari perantara yang meriwayatkan kabar itu, karena mereka telah menambah dan menguranginya.
Dahulu aku sudah pernah membaca hadits-hadits yang datang tentang keutamaan-keutamaan orang-orang Yaman, disini akan aku sebutkan sebagiannya :
1) عن أبي هريرة ?رضي الله عنه- عن النبي- صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال : “أتاكم أهل اليمن, هم أرق أفإدة, الإيمان يمان, والفقه يمان, والحكمة اليمانية”-متفق عليه-.
Artinya : Dari Abi Hurairah (Radiyallahu ‘Anhu) dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, beliau bersabda : “Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman, mereka orang yang lemah lembut hatinya, Iman itu di negara Yaman, dan fiqih itu di negara Yaman, dan Hikmah di negara Yaman”. (Muttafaqun ‘alaihi).
2) عن ابن عمر ?رضيالله عنهما- قال : قال رسول الله ?صلى الله عليه والسلام- : “اللهما بارك لنا في شامنا, “اللهما بارك لنا في يمانينا”, قالوا يا رسول الله وفي نجدنا, قال : “اللهما بارك لنا في شامنا, اللهما بارك لنا في يمانينا”, قالوا يا رسول الله وفي نجدنا, قال:” هناك الزلازل و الفتن وبها يطلع قرن الشيطان” ( أخرج البخاري ).
Artinya : Dari Ibnu Umar (Radiallahu ‘Anhuma) beliau berkata : bersabda Rasulullah (Shalallahu ‘Alahi Wassallam) : “Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Yaman”, berkata orang-orang Najd : “dan negeri kami Ya Rasulullah ?”, “Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Yaman”, berkata orang-orang Najd : “Dan negeri kami Ya Rasulullah ?”. Bersabda Rasulullah (Shalallahu ‘Alaihi Wassallam): ?Dari negri Najd timbulnya gempa dan dari sana timbulnya fitnah, dan dari sana pula munculnya tanduk syaithan”. (HR Bukhari).
3) عن إبن عباس-رضي الله عنهما- قال : بينما النبي صلى الله عليه و على آله و السلام إذ قال: “الله أكبر, الله أكبر, جاء نصر الله, وجاء الفتح, وجاء أهل اليمن, قوم نقية قلوبهم, لينة [طاعطهم] الإيمان يمان والفقه يمان والحكمة”
Artinya : Dari Ibnu Abbas (Radliallahu ‘Anhuma) beliau berkata : ketika Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wasallam) bersabda : “Allahu Akbar, Allahu Akbar, telah datang pertolongan Allah, telah datang kemenangan, dan telah datang Ahlul Yaman, kaum yang lembut hatinya, lemah lembut ketaatannya, Al-Iman di negara Yaman, dan Fiqih di negara Yaman, dan Al-Hikmah di negara Yaman”. [Diriwayatkan oleh : Ibnu Hibban di dalam "Shahihnya" (16/287) (no Hadits: 7298) dan At-Thabrani di dalam "Al-Kabir" (no Hadits:11903) (11904), berkata Al-Haithami di dalam "Al-Majma" (9/23): diriwayatkan oleh At-Tabarani di dalam kitab "Al-Kabir" dan di kitab "Al-Ausath" dengan yang satu dan Rijalnya Hadith semuanya Rijal yang shahih].
Maka mulailah aku bangkit dari tempat dudukku dan aku bersikeras untuk pergi ke tempat Syaikh, dan hal itu benar-benar kulakukan, dan aku telah pergi ke (tempat) Syaikh di akhir bulan Dzulqa’dah pada tahun 1418 H, walhamdulillah.
Dan aku duduk di tempat Syaikh kurang lebih sebulan, dan aku melihat perkara yang mencengangkan sekaligus membingungkan !! Aku melihat gambaran yang menakjubkan, yang tidak pernah aku bayangkan, sesungguhnya masih tersisa di zaman kita sesuatu (yang istimewa, red) darinya. Gambaran yang sangat menakjubkan bersinar indah sekali, penuh dengan ilmu dan dakwah kepada jalan Allah (Subhanahu Wa Ta’ala), penuh dengan persaudaraan dan persahabatan. Aku benar-benar merasa sangat bahagia.
Akan tetapi yang menyedihkanku sesedih-sedihnya, sesungguhnya kebanyakan pemuda Salafy dan Thalabatul ‘ilm sendiri, dan orang-orang negara Teluk sendiri, yakni tidak memiliki gambaran akan besarnya kesungguhan yang telah ditunjukkan oleh Syaikh bersama murid-muridnya didalam berdakwah dan belajar, begitu pula akan tingkat keberhasilannya. Walhamdulillah?
?Dan inilah dakwah yang penuh berkah,
Yang sangat sedikit ditolong, diperhatikan dan mendapatkan bantuan,
Tidak diberikan hak-hak yang sepantasnya,
Dan tidak pula (mereka) mengetahui kedudukan dakwah ini?
Allahul musta’an.
Oleh karenanya, aku merasa berkewajiban, karena aku mengetahui yang tidak pernah diketahui oleh orang selainku, dan aku menyaksikan yang tidak pernah disaksikan orang lain selainku tentangnya. Aku akan menukilkan sedikit dari gambaran dan keadaan tentang Syaikh, sampai menjadi jelas keadaan dan untuk menolong dakwah yang benar ini dan untuk menyebarluaskan keinginan yang terdalam dan menolong serta perhatian kepada saudara-saudaraku (Thalabatul ‘ilmi).
نسأل الله الإخلاص و الصدق., kami memohon kepada Allah rasa ikhlas dan jujur (dalam beramal).
Desa Dammaaj (Sa?adah)
Desa kecil dari desa-desa kota Sa’adah, bagian selatan negara Yaman, dikelilingi oleh pegunungan dari segala arah, dan dihiasi oleh pepohonan Delima, Anggur, Apel, Jeruk, dengan suhu udaranya sedang. Sejuk ketika musim panas dan tidak mengenal panas selamanya, tidak diperlukan Air Conditioner (AC). Inilah desanya Syaikh, dimana Syaikh membina disana, di desa ini pula Syaikh memulai dakwahnya, dan beliau masih tetap di desa ini sampai sekarang. (Jarak antara Dammaaj dengan kota Sa’adah kurang lebih 9 km dan jarak antara kota Sa’adah dengan Sana’a kurang lebih 250 km-pent.)
Awal perjalanan
Permulaan (dakwah) As-Syaikh Al-Imam Al-Mujaddid (pembaharu) untuk agama pembela sunnah Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wasalam) dan penentang orang-orang ahlul bid’ah dan ahlul ahwa’ : Al-’Allamah Al-Muhadits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (Rahimahulullah). Syaikh memulai dakwahnya seorang diri sepulangnya dari belajar di Jami’ah Al-Islamiyyah (Islamic University) di Madinah Ar-Rasul (Shalallahu ‘Alaihi Wassalam).
Yaman pada saat itu ramai dengan orang-orang Rafidlah, Syi’ah, Sufi dan komunis, dan semua bid’ah yang sesat. Bersabarlah Syaikh, dengan hanya bersandar kepada Allah (Subhanahu Wa Ta’ala), bersenjata dengan ilmu Syar’i, serta berpegang dengan Sunnah Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wasalam), mengagungkan dan beramal dengan Sunnah Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wasalam).
Mulailah beliau membuka pelajaran-pelajaran ‘ilmiyyah dan Syarah “mutun” ‘ilmiyyah di berbagai bidang Aqidah, Fiqih, Hadits, bahasa, dan lain sebagainya. Maka mulailah thalabah (para penuntut ilmu agama) berdatangan kepada Syaikh, mereka memiliki kemauan yang kuat dalam mencintai Sunnah dan kebenaran. Hampir-hampir tidak pernah terlewatkan waktu, melainkan Syaikh mendapati di sekitarnya penolong-penolong dan orang-orang yang mencintai beliau.
Hal ini menunjukkan atas luasnya keilmuan Syaikh dan menetapkan langkahnya di antara manusia dan di antara kabilah-kabilah, maka tersebarlah Al-Wa’i dan ilmu serta Sunnah, dan mampu dengan izin Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) dapat merubah Yaman dari kebanyakan desa-desanya dari ajaran komunis dan kebodohan serta khurofat menjadi Sunnah dan berpegang dengannya kurang dari 15 tahun lamanya ?!
Dakwah dan manhaj Syaikh Muqbil
Beliau berjalan sesuai dengan manhaj Salafus-Shalih disetiap perkaranya, dari ilmu, amal, aqidah, dan akhlak, dan beliau (Rahimahulullah) mengagungkan Ulama’-ulama’ dakwah Salafiyah terdahulu dan sekarang diantara mereka. Syaikh selalu menasehatkan untuk membaca kitab-kitab mereka seperti karya Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab, Al-Albani, Ibnu Baaz dan yang selain mereka (yakni dari Ulama’-ulama’ dakwah Salafiyah).
Metode Syaikh didalam berdakwah kepada Allah (Subhanahu Wata’ala) menjadikannya banyak berpengaruh di hati-hati manusia, mengajak mereka untuk tidak fanatik dan selalu berpedoman dengan dalil yang shahih. Beliau selalu berdalil dengan apa yang menurut pendapat beliau lebih rajih (pendalilannya), beliau benar-benar banyak memberikan pengaruh kepada manusia. Beliau (Rahimahulullah) berbicara dengan terang-terangan, beliau tidak perduli dengan celaaan orang-orang yang jahat dari para provokator. Beliau selalu riang gembira, beliau bersungguh-sungguh dan jujur (didalam berdakwah), namun beliau marah dan menantang siapa saja yang menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya.
Beliau sangat mencintai murid-muridnya, beliau selalu berbaur dengan murid-muridnya dan banyak mengenal mereka, Syaikh selalu memperhatikan perkara, problematika dan gerak-gerik mereka, kemudian Syaikh memberikan pengarahan dan petunjuk kepada mereka.
Syaikh tidak hanya mencukupkan dakwahnya hanya di desanya “Dammaaj”, bahkan beliau juga keluar berdakwah kepada Qoba’il (kabilah-kabilah lainnya, red) dan ke kota-kota mendakwahi mereka dengan berkhutbah menasehati, memberikan fatwa dan peringatan serta memberikan kabar gembira dan ancaman (dari Al-Quran dan As-Sunnah). Syaikh Muqbil (Rahimahulullah) telah diberikan oleh Allah Ta?ala cara berdakwah yang mulia, sehingga banyak memberikan pengaruh kepada siapa yang mendengarnya, menjadikan orang-orang mencintai dan menolong dakwah Syaikh (Rahimahulullah).
Ketika manusia mendengar bahwa Syaikh akan datang di kota atau desa mereka kecuali telah berkumpul ribuan manusia, sehingga tidak cukup masjid yang paling besar sekalipun untuk menampung mereka (begitu pula dengan masyaikh Ahlussunnah yang lainnya, ketika berdakwah di suatu desa atau kota melainkan masjid penuh sesak dengan manusia. Ini bukti yang nyata bahwa dakwah Ahlussunah diterima di seluruh lapisan masyarakat). (Kami menyaksikan dan menghadiri secara langsung beberapa muhadlarah yang diadakan oleh ulama’-ulama’ Yaman-pent).
Pelajaran-pelajaran Syaikh Muqbil
Dahulu pelajaran-pelajaran Syaikh Muqbil berlangsung sepanjang tahun dan tidak mengenal istilah libur, walaupun di hari Jum’at, tidak pula di hari Lebaran, dan tidak pula di hari-hari yang lainnya. Beliau tidak mengenal penat dan tidak mengenal jemu dan tidak pula malas, beliau banyak mensyarah kitab-kitab dan mutun di berbagai bidang keilmuan baik aqidah, fiqih, hadits, bahasa?dsb, dari bermacam-macam ilmu diantaranya :
- Ilmu Rijal dan ‘Ilal
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (Rahimahulullah) telah diberikan kelebihan oleh Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) didalam ilmu Rijal dan Ilal hadits. Beliau hampir hafal seluruh rijal Bukhari dan Muslim beserta nama-nama mereka, kuniyah, julukan, berasal dari negeri mana, serta dari tingkatan yang ke berapa dalam ilmu hadits dsb. Bahkan Syaikh hafal sejarah dan kisah-kisah dari perawi-perawi hadits, ini menunjukkan betapa kuat hafalan Syaikh dan betapa luas pengetahuannya. (ketika membaca kitab-kitab hadits dan dibaca pula sanad hadits kecuali di sana akan diterangkan kisah-kisah atau keadaan perawi tersebut dan pendapat Ulama’-ulama’ ahlul hadits tentang perawi tersebut, berkata guru kami Al-Imam Al-’Allamah Al-Muhadits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i – Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya – : “Menghapus sanad hadits merupakan kerugian yang besar” [dari pelajaran "Muqoddimah kitab Shahih Muslim", ?pent].
- Ilmu Al-Jarhu wa At-Ta’dil dan Ilal
Adapun dalam Ilmu Al-Jarhu wa At-Ta’dil dan Ilal (penyakit) hadits, beliau merupakan tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah tentangnya. Beliau memiliki ketelitian dan istinbat yang sangat luar biasa. Beliau paham betul keterkaitan antara hadits yang satu dengan yang lainnya, hal ini perkara yang menakjubkan. Hal ini menunjukkan kepiawaian dan pengalaman ilmiyah tentang kaidah-kaidah ilmu hadits ini. Aku memprediksi Syaikh seorang ahli yang mumpuni di bidang ilmu hadits, sedikit sekali orang yang menyamai beliau.
- Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i beliau termasuk salah seorang Ulama’ Al-Jarhu wa At-Ta’dil di zaman kita sekarang. Ketika beliau berbicara tentang seseorang di zaman kita sekarang, disebutkan Jarah atau Ta’dil tidak lain benarlah apa yang dikatakannya. Aku melihat sendiri secara langsung, namun aku tidak mengatakan bahwasanya beliau seorang yang ma’sum (terjaga dari kesalahan). Akan tetapi ini kenyataan yang terjadi, barangsiapa yang ingin meyakinkan kebenaran apa yang aku katakan, hendaknya dia membandingkan pernyataan Syaikh tentang orang-orang zaman sekarang dari ahlul ahwa’ dan ahzab dengan ucapan para Ulama’ Al-Kibar (ulama besar, red). Maka dengan ini kita tidak menyatakan bahwa ucapan-ucapan Syaikh merupakan wahyu yang diturunkan, bahkan bisa jadi terdapat kesalahan, akan tetapi pada umumnya hukum diambil dari kebanyakan (yang terjadi), bukan apa yang menyalahi aturan dan keluar dari kaidah.
Teladan Asy-Syaikh dalam mengingkari perkara mungkar
Telah diberikan Syaikh kekuatan hati (oleh Allah ‘Azza wa Jalla), walaupun tubuhnya kurus dikarenakan sakit, namun beliau membela kebenaran dan tidak pernah perduli (apa yang akan menimpanya), berbicara tentang kemungkaran-kemungkaran dengan berbagai macam gambaran dan ragamnya. Syaikh memperingatkan kesesatan kelompok tersebut beserta da’i-da’inya, dimulai dengan perbuatan syirik da’i-da’inya dan diakhiri dengan perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang dilakukan.
(Syaikh Muqbil) berbicara tentang bid’ah dan kesyirikan dengan ragamnya secara mendetail dan tidak mencari keridlaan dari siapapun, menyerang hizbiyyun dan da’i-da’i kepada fitnah dengan segala kekuatan. Beliau tidak pernah takut kepada seorang pun melainkan hanya takut kepada Allah (‘Azza wa Jalla).
Begitu pula dengan perbuatan-perbuatan mungkar yang lainnya beliau tidak pernah tinggal diam, kadangkala dikerjakan (secara langsung). Kadangkala beliau mengangkat suaranya dengan kencang dan mukanya memerah suaranya menggelegar. Terkadang beliau menggenggam tangannya dengan kuat kemudian memukulkannya ke meja, sambil beliau berbicara dan memperingatkan dari perbuatan mungkar.
- Asy-Syaikh Muqbil (Rahimahullah) telah diberikan (kelebihan) metode tata-bahasa yang kuat dalam berkhutbah dan berbicara. Beliau orang yang jauh dari perbuatan berlebih-lebihan dalam berbicara, aku tidak pernah melihat seorangpun yang aku pernah duduk atau pernah hadir di tengah-tengah orang tersebut, yang memiliki metode tata bahasa dalam memperingatkan perbuatan mungkar seperti Asy-Syaikh Muqbil (Rahimahullah). Sampai-sampai seseorang akan mendapat pengaruh kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Asy-syaikh yang tergambar dan mudah untuk diikuti oleh hati seseorang secara langsung. Inilah persaksian, ungkapan bagi barangsiapa yang bertanya kepada murid-murid beliau dan menyaksikan serta hidup bersama mereka dalam waktu yang lama.
Musuh-musuh Asy-Syaikh Muqbil
Keberanian Asy-Syaikh Muqbil (Rahimahullah) di dalam membela kebenaran, dan bantahan beliau kepada semua kelompok-kelompok dan jama’ah-jama’ah serta golongan (sesat) dari : Syi’ah, Sufiyah, Al-Ikhwan Al-Muflisin dan Ashab Al-Jum’iyat (organisasi-organisasi) dsb ; menjadikan Asy-Syaikh (memiliki) musuh-musuh yang banyak. Telah diungkap kedok mereka oleh Asy-Syaikh (Rahimahullah) dengan bantahan melalui muhadlarahnya, tulisan-tulisannya yang sangat kuat (pendalilannya), sehingga membuat berkobar-kobar kemarahan mereka. Maka binasalah mereka karena kesedihan yang amat dalam, mereka tidak memiliki kemampuan untuk membantah Asy-Syaikh, karena kebenaran tidak akan bisa dikalahkan (dengan kebatilan). Beliau memiliki metode tata-bahasa yang baik dan (istilah) baru didalam “berperang” (dengan orang-orang ahlul Ahwa’), yaitu dengan menghibur atau menyenangkan hati dan membersihkan diri seseorang.
Peristiwa yang menimpa Asy-Syaikh(Rahimahullah)
Berapa kali usaha yang dilakukan oleh mereka untuk menghabisi nyawa Asy-Syaikh, dan yang terakhir terjadi di kota ‘Aden, ketika salah seorang diantara mereka (hizbiyyun teroris, red) meletakkan (atau mengirimkan) bom untuk Asy-Syaikh di dalam Masjid Ar-Rahman tempat diadakan muhadlarah. Akan tetapi timing (waktu bom menyala, red) yang mereka sudah atur pada saat Asy-Syaikh berbicara tidak tepat, karena pada saat itu Asy-Syaikh dalam keadaan kurang sehat sehingga berbicara dengan singkat, usaha merekapun gagal. Maka bom itu dibawa keluar oleh orang tersebut dan meledak mengenai dirinya sendiri, sehingga orang tersebut tewas disebabkan ulah perbuatannya sendiri, serta jatuhlah korban beberapa orang yang ada disekitarnya ada yang meninggal dan ada yang cedera. Wallahul musta’an.
Setelah sepulangnya dari peledakan di kota ‘Aden, sampailah dengan selamat ke Dammaaj, lalu beliau mengeluarkan dua kaset yang berjudul : “قل موتوا بغيظكم” {Matilah kalian karena kemarahan kalian}
Menyingkap hakikat kejadian peledakan dan siapa pelaku dibalik kejadian, dan Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam (salah seorang murid senior Asy-Syakh Muqbil, memiliki pondok yang terletak di kota Ma’bar di dekat ibu kota Sana’a-pent) juga mengeluarkan kaset menerangkan kejadian yang sesungguhnya. Bahkan “Sya’ir Ad-Dakwah” (penyair dakwah) Ahlussunnah di Yaman – julukan ini diberikan oleh Asy-Syaikh (rahimahullah) ? yakni Abu Rawahah Abdullah bin ‘Isa Al-Mury mengeluarkan sya’irnya yang diberi judul : “قل موتوا بغيظكم” .
Musuh-musuh dakwah tidak terhenti hanya ingin menyerang Asy-Syaikh Muqbil saja, bahkan juga menimpa beberapa murid-murid beliau diantaranya yang dialami oleh Asy-Syaikh Al-Fadhil Abu Dzar Abdul ‘Aziz Al-Bura’i (Hafidhzahullah). Rumah beliau (Asy Syaikh Al Bura?i) yang terletak di “Mafraq Hubaisy”, kota Ibb, diserang dan dihujani peluru secara bertubi-tubi oleh orang-orang Hizbiyyun. Begitu pula juga dialami oleh salah seorang murid beliau yang berdakwah di kota Sawwaadiyah (al Baidhaa’) – yang tersebar di tempat tersebut – orang-orang Sufi yang fanatik, dia adalah Asy-Syaikh Al-Fadhil Ahmad Al-Maqthary (Rahimahullah), beliau ditembak seusai sholat Dzuhur, disaksikan rekan-rekan yang sedang i’tikaf di bulan Ramadhan. Allahu a’lam. Kemudian orang yang menembak tersebut bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri, Wallahul musta’an. (Saya merujuk kembali informasi ini dari Al-Ustadz Luqman Baabduh, Abu Abdillah-Hafidzahullah-pent).
Begitu pula kejadian yang terjadi pada akhir bulan Dzulhijjah tahun 1418 H orang-orang ahlul ahwa’ tidak tinggal diam untuk terus merongrong dakwah Salafiyah yang penuh berkah ini. Lagi-lagi mereka meledakkan bom di Masjidil Khair (masjid Salafiyyin di ibu kota Yaman, Sana’a), ketika kaum Muslimin sedang melakukan sholat Jum’at. Kemudian manusia berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri, jatuh korban empat orang tewas dan dua puluh enam orang terluka, wallahul musta’an.
Akan tetapi kejadian ini semua tidak pernah menyurutkan langkah Asy-Syaikh dan dakwah, justru bertambah kekuatan dan ketetapan (hati), telah berkata Al-Imam Al-’Allamah Al-Muhadits negara Yaman Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (Rahimahullah) : ” Bunuhlah Muqbil !”, “Dan disana pada suatu saat, akan tumbuh beribu-ribu Muqbil !!!?, yang dimaksud oleh Asy-Syaikh adalah murid-muridnya yang telah dididik oleh beliau.
Adapun orang-orang yang paling sengit permusuhannya kepada Asy-Syaikh adalah Al-Hizbiyun Ashab Al-Jum’iyat, mereka tidak membiarkan sedikitpun untuk terus menjelek-jelekkan dakwahnya Asy-Syaikh, Wallahul musta’an.
[Pernyataan diatas hendaknya ditulis dan diabadikan dengan pena emas supaya orang-orang ahlul ahwa' dari : Syi'ah, Sufiyah, Al-Ikhwan Al-Muflisin, dan Ashab Al-Jum'yat Al-Hizbiyat Al-Mubtadi'ah membuka lebar-lebar mata mereka !-pent].

“Sebagian koleksi kitab Al-’Allamah Al-Muhadits Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’I (Rahimahullah)”.
Kitab-kitab karya Asy-Syaikh Muqbil :
- Ilmu Hadits :
1) “As-Shahih Al-Musnad” (2 jilid)
2) “Al-Jami’us Shahih mimma laisa fi As-Shahihain” (6 jilid)
3) “Ahadits Al-Mu’allah dhahiruhah As-Sihah” (1 jilid)
4) “As-Shahih Al-Musnad min Dalail An-Nubuwah” (1 jilid )
5) “As-Shahih Al-Musnad fi Asbaab An-Nuzul” (1 jilid)
6) “At-Tatabu’ Auham Al-Hakim fi Al-Mustadrak alati sakata ‘alaiha Ad-Dzahabi” (di dalam kitab “Al-Mustadrak”)
7) “Rijal Al-Hakim” (1 jilid )
Risalah Majister : “Al-Ilzamat wa At-Tatabu” (1 jilid )
9) Dll
- Aqidah :
1) “Al-Jami’u As-Shahih fil Qadar” ( 1 jilid )
2) “Asy-Syafa’ah” ( 1 jilid )
- Ar-Rudud :
1) “Qam’ul Ma’anid” ( 2 jilid )
2) “Al-Mushara’ah” ( 1 jilid )
3) “Irsyad dzawil Fitan li ib’ad dzawil Ghulatur-Rowafidl minal Yaman” (1 jilid)
4) “Riyadul Jannah fi raddi ‘ala a’ada’i As-Sunnah wa ma’ahu At-Thali’atu fi Ar-Roddi ‘ala Ghulati As-Syi’ah” (1 jilid)
5) “Al-Ilhad Al-Khumaini fi Ardi Al-Haramain” (1 jilid).
6) “Sha’qatul Zilzal” (2 jilid)
7) “Rudud Ahlul ‘Ilm” ( 1 jilid ).
- Al-Fatawa :
1) “Ijabatu As-Sa’il ‘Ala Ahami As-Sa’il” (1 jilid)
2) “Tuhfatul Mujib” (1 jilid)
3) “Gharatul As-Syrita” (2 jilid)
4) “Nasyru As-Shahifah fi Dzikri As-Shahih min aqwal A’immah Al-Jarhu wa At-Ta’dil fi Abi Hanifah” (1 jilid)
- Ar-Rasail
1) “Majmu’ah Ar-Rasa’il ‘Ilmiyyah” (kumpulan beberapa tulisan-tulisan Asy-Syaikh dari kitab-kitab kecil) (1 jilid)
Kaset-kaset Asy-Syaikh Muqbil :
1) “Syarah Al-Ba’its Al-Hatsits” (24 kaset)
2) “Muqaddimah Shahih Muslim”
3) “Dakwah As-Syaikh Muqbil di negara Yaman” (2 kaset)
4) “Pertanyaan dari negara Inggeris dan menyingkap kebatilan Jum’iyah Ihya’ At-Turats Al-Hizbiyah”
5) “Pertanyaan pemuda-pemuda Abu Dhabi”
6) “Pertanyaan dari negara Indonesia”
7) “Jawaban Al-’Allamah Yaman atas pertanyaan kaum wanita kota Aden”
“Pertanyaan dari kota Hudaidah (Yaman) tentang biografi Asy-Syaikh”
9) Dan masih banyak lagi dari kaset-kaset beliau (rahimahullah).
(Disadur oleh al Ustadz Muhammad Barmim, Surabaya, dari kitab : “Al-Ba`its ‘Ala Syarh Al-Hawadits” karya Asy-Syaikh Muqbil, hal : (101-124), cetakan I / th 1419H/ 1999M, diterbitkan oleh Daar El-Haramain Cairo-Mesir).